Tuesday, 7 October 2014

Backpacker Ke Sabang Aceh (Bogor, Jakarta, Padang, Bukittinggi, Danau Toba, Medan, Aceh, Sabang)




Setelah wisuda akhirnya gua bisa berangkat ke suatu tempat yang sangat ingin gua datangi yaitu SABANG, karena gua traveler jadi gua harus menuju 0 Km. dan perjalanan ini bukan perjalanan biasa karena gua akan melewati kota-kota lainnya seperti Padang, Medan, Aceh, dan menuju sabang dengan cara backpacker. setelah nabung selama 6 Bulan dan persiapan selama 1 Bulan akhirnya gua bisa berangkat dan teman perjalanan gua kali ini yaitu “Adit” Sahabat gua dari SD yang bisa dibilang teman kecil gua. Perjalan dimulai dari:

BOGOR - JAKARTA
Rabu tanggal 27 Agustus 2014 pukul 02.30 gua mulai berangkat dari Rumah menuju botani square karena kita harus berangkat menuju bandara dengan bus damri pemberangkatan jam 03.00, kita berangkat pagi karena pesawat menuju Padang takeoff jam 05.50 wib. perjalanan menuju jakarta ditempuh 1 jam, setelah sampai di bandara kita langsung menuju terminal 1B karena penerbangan Lion menuju Sumatera melalui terminal tersebut. kita mengambil penerbangan pagi agar sampai di Padang pagi hari, soalnya jarak dari Padang menuju Bukittinggi itu lumayan jauh.

PADANG
Pukul 08.00 kita sudah sampai di Padang dan get lost dimulai dari sini. karena sebelumnya kita berdua belum pernah menginjakkan kaki di Sumatera. Bandar udara minangkabau berjarak sekitar 24 km dari pusat Kota Padang dan terletak di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. keluar dari bandara minangkabau kita langsung dihampiri oleh supir travel yang menawarkan jasanya untuk diantar ke bukittinggi namun berhubung dana kita terbatas jadi kita memilih untuk naik damri menuju kota. sesampainya di kota kita langsung ke pangkalan Tranex, karena minibus itu akan mengantarkan kita menuju bukittinggi. disepanjang perjalanan kita mulai harus terbiasa dengan jalanan sumatera yang kecil berkelok-kelok dan hutan di kanan kirinya, namun diperjalanan menuju bukittinggi kita pasti melewati Lembah Anai yaitu air terjun yang berada di sisi jalan, namun berhubung kita mengejar waktu ke bukittinggi jadi kita hanya menikmatinya melalui kaca minibus. Selain itu kita juga melewati sate yang katanya paling enak di Padang Panjang yaitu Sate padang Mak Syukur ini terdapat di jalan Sutan Syahrir no. 250 Silaiang Bawah Padang panjang yang berada sebelah kiri jalan sebelum Padang Panjang.

Setelah perjalanan selama 5 jam karena macet antrian bbm akhirnya kita sampai juga di Pasar Bawah Bukittinggi, berhubung kita ingin menikmati jalanan kota bukittinggi jadi kita jalan kaki menuju jam gadang yang lumayan jauh tempatnya, sepanjang perjalanan kita melihat peta dan bertanya pada warga untuk mengetahui arah menuju jam gadang. Sesampainya di Jam gadang kita langsung mencari masakan nasi padang, dan tepat di depan jam gadang terdapat rumah makan Simpang Raya pertama yang ada di Indonesia bisa dibilang ini pusat nya tanpa pikir panjang kita langsung menyantapnya. Setelah makan nasi padang kita mulai berkeliling di bukittinggi hingga malam. Setelah itu kita langsung menuju pangkalan bus ALS di Jl.Soekarno Hatta No.88 (0752- 22288) untuk melanjutkan perjalanan menuju Parapat atau danau toba. Bus dari Bukittinggi menuju Medan Harga : eksekutif 175 ribu. Ternyata bus menuju Medan waktu kedatangannya tidak bisa ditentukan jadi kita harus menunggu di pangkalan bus dari jam 7 hingga jam 11 malem bus baru berangkat dari bukittinggi ke parapat.

PARAPAT (DANAU TOBA)

Sepanjang perjalanan kanan-kiri selalu hutan dengan jalanan yang kecil dan berkelok. Melewati kota Padang Sidempuan, Tapanuli selatan dan Setelah 24 jam perjalanan karena kemacetan akhirnya kita sampai di Parapat. Sampai di parapat jam 11 malem, kita langsung makan dan menuju daerah pelabuhan TIga Raja untuk mencari penginapan. Setelah berjalan 15 menit akhirnya kita mendapatkan hotel yang lumayan bagus dan layak untuk dihuni mengingat hotel hotel di sekitar danau toba itu sudah tua dan menyeramkan. Untuk malam ini kita menginap di Hotel Pandu Parapat Lakeside, dengan harga Rp.275rb kita sudah mendapat sarapan dan tentunya view danau toba. Ke esokan harinya kita langsung bergegas menuju pelabuhan tigaraja namun kita singgah dulu di tempat pengasingan bung Karno yang letaknya di atas bukit yang langsung menghadap danau toba. Sayang untuk melewatkan wisata yang satu itu.


Dari tigaraja kita akan menyebrangi danau toba menuju pulau samosir. Berhubung kita akan menuju Tomok jadi kita pilih kapal yang langsung menuju Tomok bukan Tuk-Tuk. Wisata daerah Tomok yaitu (makam sidabutar, patung Sigale-gale, museum Batak, wisata belanja).

Setelah seharian mengelilingi Tomok kita langsung kembali menuju Parapat namun kali ini menuju pelabuhan Ajibata karena dari pelabuhan tersebut terdapat bus sejahtera yang akan membawa kita langsung menuju kota Medan. Perjalanan parapat menuju terminal amplas memakan waktu kurang lebih 5 jam, Danau toba berjarak 170KM dari kota Medan.

MEDAN
Sesampainya di medan kita langsung bingung karena angkutan yang banyak sekali, saya pikir ini jurusannya lebih banyak di banding Bogor. Dengan modal nekat kita langsung asal naik angkot yang menuju arah barat, yang penting kita selalu liat Waze apabila angkot yang kita naiki melawan arah tempat yang akan kita datangi kita langsung turun. Dengan biaya 3000 akhirnya kita turun di daerah jalan Gajah Mada dan dari situ kita melanjutkan dengan menaiki bentor menuju jalan setiabudi. Sesampainya di setiabudi kita langsung beristirahat sambil meminum kopi di Keude Kupie Ulee Kareng & Gayo. Sambil meminum kopi kita mulai memikirkan tempat penginapan untuk kita malam ini. Pukul 10 malam akhirnya kita mulai berjalan kaki menyusuri jalanan setiabudi untuk mencari penginapan yang sesuai dengan budget yaitu tidak lebih dari 300rb Karena apabila dibagi 2 jadi perorang Cuma kena 150rb an. Akhirnya kita menginap dengan harga 320rb. Hotel tersebut sangat nyaman untuk beristirahat setelah seharian jalan jalan di danau toba.
Pukul 08.00 kita bangun lalu sarapan di hotel, karena tidak mau rugi jadi kita makan cukup banyak. Dari hotel kami yang terletak di jalan gadjah mada ini ternyata dekat dengan Duren Ucok. Duren yang terkenal itu ternyata memang enak biarpun kecil-kecil tapi rasanya juara sama seperti pancake duriannya.
Setelah makan durian kami lanjut menuju Museum Rahmat, disana bisa dibilang museum binatang paling lengkap karena tidak hanya binatang yang ada di Indonesia namun banyak binatang yang sengaja didatangkan dari luar negeri. Dan ternyata museum Rahmat itu milik ayahanda dari Raline Shah. Setelah berkeliling kita lanjut menyantap makanan Mie Aceh Titi Bobrok yang terkenal di Medan. Setelah makan kita langsung menuju pull bis Putra Pelangi. Bis tersebut yang mengantarkan kita ke Aceh malam ini. Dengan harga 230 kita sudah mendapatkan bis dengan fasilitas Super Executive dengan kursi 21 dan bis tersebut berangkat pukul 08.30. setelah berangkat kita langsung tertidur lelap dan saat terbangun kita sudah sampai di Aceh (Efek terlalu nyaman dengan kursinya sampai tidak terbangun). Sampai di aceh pukul 06.30. Dari Batoh, Anda bisa menyewa beberapa jenis angkutan umum yang tersedia di terminal untuk mengantarkan Anda ke pelabuhan Ulee Lheue. Ada bentor dengan harga 30rb. Angkutan labi-labi sejenis angkot yang memuat hingga 15 orang, Harga angkutan ini berkisar antara Rp100 - Rp150 ribu. Selanjutnya ada taksi yang mematok harga antara Rp30 - Rp50 ribu. angkutan lain dari terminal Batoh menuju Pelabuhan Ulee Lheue adalah ojek, Harganya berkisar Rp20 - Rp30 ribu. Namun kita lebih memilih naik bentor dengan harga 30rb, disepanjang perjalanan si abang bentor bercerita tentang tragedi tsunami yang pernah terjadi di Aceh. Apabila kita melihat kondisi Aceh saat ini seperti tidak pernah terjadi apa-apa, namun si abang menunjukan sisa-sisa peninggalan tsunami sehingga kami percaya bahwa pernah terjadi tsunami disini. 20 menit akhirnya kita sampai di pelabuhan Ulee Lheue. Sesampainya disana kami langsung bergegas untuk membeli tiket menuju Sabang karna kita akan ke Sabang dulu sebelum mengelilingi Aceh. Kami memilih kapal cepat, karena hanya berpenumpang orang saja tidak digabung dengan kendaraan yang akan menyebrang ke sabang. Kami menaiki kapal Bahari Express menuju Sabang dengan harga tiket 75rb rupiah.

SABANG
Setelah 45menit perjalanan laut akhirnya kita telah sampai juga di pelabuhan Sabang. Selamat datang di Sabang. Transportasi dari pelabuhan balohan hanya becak motor dan mobil omprengan. Apabila naik bentor tiap kepala akan dikenakan 40rb, namun apabila kita naik mobil omprengan kita akan dikenakan 50rb per kepala. Berhubung cuaca siang itu panas sekali akhirnya kami memutuskan untuk naik mobil omprengan untuk diantarkan menuju Iboih. Perjalanan dari balohan ke iboih yaitu sekitar 1 jam dengan jalan yang sepi, kecil dan mulus itu. Setelah sampai iboih kita langsung menuju penginapan yang sudah kita pesan sebelumnya di agoda yaitu Iboih Inn. Kita harus berjalan kaki dulu untuk sampai di penginapan tersebut. Dan ternyata pengenapan ini sesuai dengan ekspetasi kita. Dengan cottage yang menghadap langsung ke pantai. Dengan harga 400rb semalam sesuai dengan ekspetasi kita, karena kapanpun kita ingin snorkeling kita tinggal nyebur. Hari ini kami memutuskan untuk bersantai santai di tempat penginapan. Malam harinya kita santai sambil menyantap nasi goreng aceh dan pizza khas sabang yang ga kalah enak dibanding pizza di ibukota.


Ke esokan harinya kita kesiangan dan ga dapet sunrise, jam 8 kita langsung sarapan lalu melakukan kegiatan snorkeling di pantai iboih. Di dalam laut tersebut terdapat karang buatan yang ternyata karang tersebut memang sengaja di buang kelaut oleh pemilik cottage. Saat saya menyelam saya melihat ada sepeda, besi besi tua, bahkan ada yang sengaja memasukan rangka mobil ke dalam laut agar ditumbuhi karang. Setelah snorkeling kita memutuskan untuk berkeliling kota dengan menyewa sepeda motor. Harga menyewa motor disini Rp.100rb per hari. Setelah mendapat sewaan dari pemilik cottage akhirnya kita langsung ke menuju 0 Km Indonesia karena jarak dari iboih paling dekat yaitu sekitar 8Km. entah mengapa kita sangat senang sekali perjalanan menuju 0 Km karena kanan kirinya hutan dan pantai yang mengintip dari sela-sela pohon. setelah sampai di 0 Km kita langsung mendapatkan sertifikat bahwa kita telah sampai di 0 Km dengan biaya 30rb. Akhirnya kita sampai juga di ujung Indonesia bagian barat ini, masih tidak menyangka aja ternyata kita bisa sampai sini. Karena masih siang kita memutuskan untuk ke kota terlebih dahulu untuk mengunjungi tempat-tempat yang lainnya. Saat dalam perjalanan ternyata bensin kita habis dan di sabang saat itu sedang krisis BBM, kita mulai meminta bantuan orang yang lewat tetapi tidak ada yang berhenti. Saat kita sedang mendorong motor di tanjakan dari arah atas ada sepasang bule yang sedang berboncengan dan mulai memelankan motornya dan bertanya pada kita. “are you okay guys” lalu dia mencoba menggunakan bahasa Indonesia “kamu tidak apa-apa” dan kita pun menjawab “no gasoline”. Dan si bule pun memutar motornya dan mengajak teman saya untuk ikut dengannya mencari bensin. Sedangkan saya tetap menunggu di motor dengan bule yg cewe. Akhirnya saya ajak si bule mengobrol sambil menunggu teman saya dan bule cowo yg sedang mencari bensin. Dan ternyata bule itu dari ceko terlihat dari aksen nya yang tidak begitu fasih berbicara bahasa inggris. Diapun mulai bertanya saya darimana dan saya jawab dari Jakarta, dan ternyata bule itu sudah 1 bulan berkeliling Indonesia dan Sabang itu tempat terakhir dia. Ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan ternyata ada sebuah ikatan yang kuat sesama traveler walaupun kita berbeda Negara. Tidak lama kemudian teman saya dan bule yang cowo datang dengan membawa 2 botol bensin. Sebelum pasangan bule itu pergi saya mengucapkan “Thank you very much” dan dia jawab “sama-sama”. Bensin sudah terisi saatnya kita mengelilingi sabang, kita langsung mencari Santai Sumur Tiga. Setelah sampai di Santai Sumur Tiga kita langsung makan siang di café nya. Akhirnya kita membeli pizza sambil menikmati pantai yang tenang itu, sambil mengobrol dengan teman saya tentang kejadian yang tadi.

Tidak lama di santai sumur tiga kita langsung menuju goa jepang. Karena tempat tersebut tidak ada papan petunjuknya kita sempat kelewatan dan bertanya pada anak kecil yang sedang main. Ternyata kita harus treking dulu untuk sampai di goa jepang. Dari goa jepang kita bisa menikmati pantai lepas dari atas bukit yang terbentuk dari karang hidup. Setelah beristirahat kami memutuskan untuk berkeliling lagi menuju anoi itam dan tempat-tempat yang lainnya. Jam menunjukkan pukul 5 sore akhirnya kita memutuskan menuju 0 Km untuk melihat Sunset terakhir di bumi ibu pertiwi ini. Pukul 6 kita sudah sampai disana, ternyata sunset disini itu pukul 7 malam. Akhirnya kita menikmati Samudera Hindia dari ujung Indonesia bagian barat ini sambil menunggu matahari tenggelam. Yang lucu ternyata disini ada babi yang sangat jinak dan diberi nama “Bro” oleh para tourguide. Karena si bro ga ada akhirnya orang-orang pada teriak manggil bro dan tidak lama si bro pun muncul ke jalanan. Haha ternyata memang jinak, para orang-orang pun dengan senang hati memberi makanan kepada si bro itu.

Setelah itu kita kembali ke penginapan untuk berisitirahat. Kita menghabiskan malam ini di café cottage dan kita mulai bercerita dengan pemilik cottage iboih inn. Ibunya sangat welcome kepada kita dari awal sampai malam terakhir di sabang ini. Diapun bercerita mengenai keluh kesahnya di sabang ini, ibu nya bilang senang bisa ketemu dengan kami dan katanya kami itu seperti bule karena melakukan perjalan panjang. Karena kebanyakan orang Indonesia itu seperti turis yang hanya datang ke suatu tempat dan biasanya sudah menyewa travel. Karena esok hari kita akan pergi meninggalkan kota sabang, kita pun memutuskan untuk kembali kekamar dan packing barang untuk besok.
Ke esokan harinya kamipun diantarkan dengan boat milik hotel menuju pantai iboih, setelah sampai di iboih kita kembali ke pelabuhan balohan untuk menuju pulau Aceh Karena kita belum berkeliling di Aceh. Saat itu kita menaiki becak motor karena klo mobil omprengan harus penuh dulu baru berangkat, sedangkan kita mengejar kapal karena sehari hanya 2 kali penyeberangan.

ACEH
Sesampainya di aceh kita langsung menghubungi becak motor yang waktu itu mengantarkan kami dari terminal ke pelabuhan karena si abangnya sangat enak diajak ngobrol dan baik. Tujuan pertama kita adalah mencari penginapan yang murah untuk malam ini. Kita bilang ke abangnya sebelum keliling Aceh kita ingin diantarkan mencari penginapan, dan setelah mendatangi hotel-hotel kita setuju dengan hotel Prapat dengan biaya 175rb semalam dan terletak di daerah keramaian yaitu peunayong. Setelah itu kita diantarkan ke rumah makan rayeuk karena kita ingin mencicipi Ayam Tangkap yang terkenal itu. Setelah makan kita minta diantarkan ke kapal lampulo di Jln. Tanjung, Lampulo, Kuta Alam, Banda Aceh yaitu kapal yang berada di atas rumah warga dan si abang bentor pun bercerita awal mula tsunami. Selain itu kita diajak menuju kapal PLTD apung yaitu kapal besar pembangkit tenaga listrik yang terseret sejauh 5 km dari pantai. Jam sudah menunjukan jam 5 kita pun kembali untuk mengganti pakaian kita karena di Aceh tidak boleh menggunakan celana pendek dan untuk wanita diwajibkan untuk menggunakan hijab, selain itu kita mau mandi dulu sebelum Sholat Maghrib di masjid Baiturrahman. Setelah mandi kitapun menikmati jalanan Aceh dengan berjalan kaki menuju masjid. Alhamdulillah akhirnya saya diberi kesempatan untuk sholat di masjid baiturrahman di kota serambi mekkah ini.

Setelah itu kita makan di daerah hotel saya mencoba kerang rebus dan sate matang. setelah kenyang kami memutuskan untuk beristirahat karena besok kita akan meninggalkan Aceh ini. Ke esokan harinya kita minta ke si abang bentor untuk diantarkan ke museum tsunami Jalan Sultan Iskandar Muda sebelum diantarkan ke bandara. Dan sayapun diam seketika ketika melihat bangunan yang sangat indah dimana setiap ruangan memiliki makna dan kitapun merasakan apa yang yang orang rasakan saat terjadi tsunami. Seperti dalam Tsunami alley atau sebuah lorong yang menggambarkan bagaimana rasanya saat kejadian tsunami. Dan sayapun tersentuh saat masuk kedalam space of sorrow yaitu ruangan berbentuk silinder yang didedikasikan untuk para korban tsunami, didalam ruangan itu tertulis nama-nama korban tsunami dan klo kita melihat keatas akan melihat lafadz Allah.

Setelah berkeliling musium Tsunami kita pun diantarkan menuju bandara. dan si abang pun bercerita banyak sepanjang perjalanan mengenai sejarah aceh, saya senang karena perjalanan kali ini tidak hanya mendatangi suatu tempat namun saya mendapatkan pengalaman dan cerita-cerita yang sebelumnya belum pernah saya dengarkan. Sesampainya dibandara saya heran dan bertanya kepada si abang bandaranya sebelah mana. Dan diapun menunjuk bangunan seperti masjid yang sangat besar. Dan menurut saya ini bandara unik karena berbentuk masjid berbeda dengan bandara-bandara yang pernah saya datangi. Karena biaya penerbangan dari Aceh Ke jakarta cukup mahal kita memutuskan untuk transit di Malaysia. Dan Terima Kasih Indonesia Bagian Barat ini sebuah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan selama hidup saya.

MALAYSIA
Sampai KLIA 2 kita langsung langsung menuju ticketing bus untuk membeli tiket menuju kuala sentral dengan harga 10Rm. Karena kita disini hanya transit jadi dari kl sentral langsung menuju menara petronas, dari stasiun kuala sentral naik kereta LRT kelana jaya-gombak line jurusan ampang turun di stasiun KLCC, keluar stasiun jalan ke menara petronas. Saya disana tidak lama karena kita capek sudah 8 hari perjalanan ini. Tidak lama kamipun kembali menuju kl sentral untuk makan dan kembali ke bandara KLIA 2 karena besok kita akan ke Singapore dahulu sebelum ke Indonesia. Sesampainya di bandara kita langsung mencari tempat buat tidur untuk malam ini dan ternyata yang akan menginap dibandara itu bukan hanya kita tapi traveler2 lainnya banyak yang menginap di bandara. keesokan harinya pukul 10 kita langsung terbang ke Singapore karena tiketnya lebih murah dibanding tiket bis.

SINGAPORE
Karena saya sudah beberapa kali ke Singapore jadi saya hanya menemani teman saya mengunjungi tempat-tempat yang harus dikunjungi. Sampai bandara Changi kita langsung menuju Vivo city karena kita akan ke sentosa Island, setelah puas disana sayapun langsung menuju ke Merlion dan Orchard. Setelah itu kita langsung menuju bandara changi dan bermalam di bandara lagi. Karena pesawat menuju Jakarta diterbangkan Besok Pagi.

ini video perjalanan kita



Rincian Biaya

· Tiket Pesawat : 550rb

· Damri dari bogor ke Soetta : 45rb

· Airportax : 40rb

· Damri dari bandara ke kota padang : 22rb

· Taxi ke pangkalan travel : 25rb

· Travel ke bukittinggi : 18rb

· Angkot 2x di bukittinggi : 5rb

· Makan 2x di bukittinggi : 24rb

· Bis ALS ke danau toba : 175rb

· Makan : 20rb

· Penginapan : 135rb

· Makan : 10rb

· Kapal samosir PP : 14rb

· Bis ke medan : 32rb

· Angkot : 4rb

· Becak Motor 5x : 50rb

· Ngopi dan ngemil 2x : 40rb

· Hotel : 160rb

· Musium dan makan : 63rb

· Durian dan pancake : 20rb

· Bis ke aceh : 230rb

· Becak motor : 15rb

· Kapal PP :150rb

· Mobil ke iboih : 50rb

· Makan selama di Sabang : 181rb

· Motor dan bensin : 70rb

· Hotel 2 malam : 400rb

· Bentor ke pelabuhan : 40rb

· Sertifikat : 30rb

· Bentor selama di Aceh : 100rb

· Makan selama di aceh : 78rb

· Hotel : 80rb

· Airportax : 100rb

· Tiket pesawat ke Malaysia : 368rb

· Pengeluaran selama di Malaysia : 60RM = 216 rb

· Tiket ke Singapore : 175rb

· Pengeluaran di Singapore : 36 SGD = 342rb

· Tiket ke Indonesia : 527rb

Total per orang : 4.604rb


*Biaya Hotel dan sewa motor dan becak motor sudah dibagi berdua.

10 comments:

  1. Nah, ini yang paling gue suka dari blog ini.. rincian biayanya... Jadi gampang buat bikin anggarannya :D

    ReplyDelete
  2. Wah terimakasih banget, informasinya lengkap & seru! Kebetulan saya juga mau pergi ke jalur yang sama Maret ini. Oya kalau beli tiket bus Bukittinggi- Parapat, Parapat - Medan, Medan - Banda Aceh itu harus booking dulu sebelumnya apa tersedia banyak bus, jadi ga perlu booking dulu?

    Salam
    Dania

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi mba Dania,
      Saya juga ada plan mau ke Sabang bulan Maret ini klu gak ada halangan, masih nyari2 tanggal pas weekend dan teman ngetrip tentunya :). Saya dari Jakarta, siapa tau bisa ngetrip bareng mba :)

      Salam
      Yospina

      Delete
  3. mantab banget..makasi banyak ini info nya bermanfaat banget..
    kalo di iboih boleh gelar tenda gitu ga sih?jadi ga perlu nginep di resort..

    salam kenal,
    jadid

    ReplyDelete
    Replies
    1. di iboih itu banyak penginapan murah sebenernya, tinggal pilih mau yang harga berapa. klo gelar tenda kayanya gabisa, soalnya pantai iboih itu rame banyak kapal nelayan. gua rasa ga ada space buat bangun tenda.

      Delete
  4. saya dari malaysia dan sangat menarik travel kamu....saya cadang akan ke medan danau toba dan langsung ke acheh....kamu kasi tips yg sangat berguna

    ReplyDelete
  5. Rencananya saya ber 2 berangkat dari Jakarta tanggal 10 februari 2016 tapi mau ke Kerinci dulu via padang. Dari Kerinci kita lanjut Medan trus Aceh, minta saran hemat nya dong bang.

    ReplyDelete